Senin, 28 Maret 2011

IQ manusia

Ternyata.. IQ Wanita Cantik dan Pria Tampan Lebih Tinggi


Pria tampan dan wanita cantik bisa dibilang kaum yang beruntung. Tak cuma memiliki fisik yang rupawan, dalam studi terbaru, mereka ternyata memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Studi yang mengambil sampel pria dan wanita terpilih asal Inggris dan Amerika menunjukkan bahwa mereka mempunyai IQ (intelligence quotient) 14 poin di atas rata-rata.

Temuan tersebut sekaligus mematahkan mitos tentang manusia pirang yang bodoh atau memiliki masa depan yang suram. Menurut riset yang dilakukan London School of Economics, mereka diberkati karunia yang luar biasa, tak cuma di sisi fisik tetapi juga kecerdasan.

Keturunan dari pasangan pria tampan dan wanita cantik cenderung mewarisi kualitas baik orang tuanya, dan kemudian meneruskan garis genetika yang bisa berlangsung turun-menurun.

"Daya tarik fisik yang lebih secara signifikan terkait dengan kecerdasan umum individu walaupun tanpa dipengaruhi hubungan sosial, ukuran tubuh, dan kesehatan," kata Satoshi Kanazaw, peneliti LSE pada Sunday Times, yang dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Kamis 20 Januari 2011.

"Hubungan antara daya tarik dan kecerdasan umum ini lebih kuat ditemui pada lelaki ketimbang perempuan," tandasnya.

Dalam penelitian lain, melalui kerangka strata sosial, ditemukan pula bahwa kaum hawa di kelas menengah cenderung memiliki kecerdasan lebih tinggi daripada rekan mereka di kelas bawah atau pekerja.

Dari jutaan contoh yang melibatkan kecantikan dan kecerdasan, beberapa di antaranya yang terpilih adalah supermodel Lily Cole yang berhasil masuk ke Cambridge University, aktris Kate Beckinsale yang juga lulusan Oxford, dan pemain keyboard D:Ream, Brian Cox yang juga merupakan ahli fisika.

Di Inggris, studi LSE meneumkan bahwa pria yang secara fisik tampan dan menarik memiliki IQ 13,6 poin di atas rata-rata, sementara wanita 11,4 poin di atas rata-rata.

Temuan ini berdasarkan National Child Development Study yang melibatkan 17.419 responden, sejak usia mereka satu miggu pada Maret 1958. Sejak masa kecil hingga mereka dewasa, mereka terus diberi serangkaian tes untuk memantau kemajuan akademik, kecerdasan, dan penampilan.

Sementara di AS, temuan diambil berdasarkan studi National Longitudinal Study of Adolescent Health yang melibatkan sampel serupa sejumlah 35.000 anak muda Amerika.

"Pendapat kami bahwa orang-orang cantik dan rupawan lebih cerdas dari rata-rata murni sebagai hasil riset ilmiah. Ini bukan semata-mata digunakan sebagai resep untuk menilai atau menghakimi orang pada umumnya," pungkas Kanazawa.